Kamis, 07 Juni 2012

Chondro (Morelia Viridis)

Reptil ini adalah salah satu ular yang menjadi idolaku karena memiliki warna yang sangat bervariasi yang membuatnya semakin eksotik, selain itu juga ular ini memiliki kebiasaan yang unik, ular ini suka bargelantung di cabang pohon atau ranting dengan cara melingkarkan tubuhnya di cabang pohon.

SEKILAS TENTANG REPTIL INI
Green Tree Python (Morelia Viridis) atau yang biasa dikenal dengan nama Chondro banyak terdapat di Papua, Irian Jaya, New Guinea & Australia. Ular Chondro tinggal di habitat yang lembab dan bagian tropis yang hangat. Chondro termasuk satwa yang mulai langka di tempat asalanya karena penghancuran habitat, perdagangan kulitnya & diburu untuk makanan dan obat kulit. Seperti kebanyakan ular pohon, chondro memangsa binatang pengerat (tikus, mencit) dan unggas kecil. Chondro dewasa berukuran panjang hingga 2,1 meter untuk specimen yang besar, sedangkan untuk specimen yang medium, chondro bisa mencapai panjang 1.8 meter. Chondro suka bergelung di pohon, melingkarkan diri dengan kuat di cabang pohon.

Chondro memiliki lubang thermosensory di sepanjang labial atas dan bawah. Kebanyakan Chondro berwarna hijau cerah tapi ada beberapa chondro dewasa yang berwarna biru atau kuning (chondro canary). Sebagian besar Chondro memiliki serangkaian titik putih / biru dan atau bintik lateral yang jelas terlihat. Bayi chondro memiliki warna yang sangat variable. Bayi chondro bisa berwarna merah bata, kuning lemon hingga coklat. Anehnya, semua warna ini bisa ditemukan di clutch telur yang sama.

Nama ilmiah Morelia Viridis baru didapatkan pada tahun 1994, sebelumnya nama ilmiah chondro adalah Chondropython viridis. Penggantian nama ini menunjukkan kekerabatan chondro yang sangat dekat dengan carpet python. Bayi chondro bisa berubah warna secara drastis dan ini dimulai saat bayi chondro berumur beberapa minggu hingga berumur 2 tahun. Musim kawin chondro biasanya terjadi pada akhir bulan Agustus hingga akhir bulan Desember dan chondro bertelur sekitar akhir bulan November hingga Februari. Chondro betina harus memiliki tempat untuk bertelur yang menggantung atau telur akan jatuh ke tanah. Masa inkubasi telur chondro adalah 39 hingga 65 hari.

Chondro mencari mangsa di tanah pada malam hari dan tidur di siang hari. Lubang thermosensory membantu mereka mengenali perubahan suhu. Contohnya, jika ada hewan yang bersuhu tubuh hangat mendekati jangkauannya, chondro akan dapat mengenali perubahan suhunya.

Secara keseluruhan, chondro adalah ular yang cantik & sangat popular. Warnanya bervariasi & indah. Tapi walaupun ukurannya cocok sebagai hewan peliharaan, chondro memiliki temperamen yang agak liar. Maka dari itu, dianjurkan hanya yang punya kesabaran dan mungkin sudah berpengalaman yang sebaiknya memelihara chondro.


Perawatan Untuk Green Tree Python

*Kandang

Ukuran yang ideal untuk menempatkan seekor Chondro dewasa adalah panjang 50 cm lebar dan tinggi minimal 40 cm. Suhu rata – rata 29oC – 31oC. Kandang yang terlalu besar dan ventilasi berlebih akan mengakibatkan sulitnya menjaga hangat dan kelembaban di dalam kandang. Kandang yang tinggi direkomendasikan untuk binatang arboreal tetapi tingginya jangan melebihi 75 cm

*Kelembaban

Yang biasanya ditanyakan para pemelihara adalah bagaimana cara menjaga kelembaban kandang, karena kelembaban kandang untuk chondro penting terutama dalam periode ganti kulit. Kulit chondro sangat tipis dan mudah kering, oleh karena itu jika kelembaban kurang, chondro akan mengalami kesulitan dalam mengganti kulitnya.
Jangan menggenangkan air di dalam kandang karena hal itu akan membuat kandang terlalu lembab dan dapat menimbulkan penyakit pernafasan, termasuk infeksi pada kulit, dan tentunya menumbuhkan lumut pada kandang.
Semprot kandang dan pada chondro secukupnya pada pagi hari dan malam hari, jika kandang mengering dalam waktu kurang dari tiga jam itu menandakan kelembaban masih kurang.
Chondro umumnya senang minum dari bintik – bintik air yang menempel pada badannya dari semprottan, maka dari itu pastikan bahwa air di dalam alat semprot selalu bersih.

*Alas

            Alas kandang yang baik adalah alas yang dapat menjaga kelembaban dengan baik, mudah dibersihkan, tidak mudah untuk menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan lumut. Ketas koran adalah alas yang ideal menurut saya, selain harganya murah juga sangat mudah untuk dibersihkan, saya sangat tidak menyarankan untuk menggunakan karpet karena karpet menyediakan banyak tempat untuk bakteri berkembang biak.

 *Tempat Bertengger

            Chondro pada umumnya menghabiskan seluruh waktunya dengan bergantung pada dahan atau ranting pohon, maka dari itu kandang harus dilengkapi dengan tempat bertengger.
           Diameter yang ideal untuk ranting adalah sama dengan diameter badan  ular itu. Jangan menggunakan kayu yang mengandung racun, sulit dibersihkan, dan mudah tumbuh lumut. Patikan tempat bertengger terpasang dengan baik jadi kayu tidak berputar atau jatuh pada saat chondro naik ke kayu itu.

*Pencahayaan

            Chondro tidak membutuhkan lampu khusus seperti lampu vita-lite dan selainnya. Hal yang lebih penting adalah menjaga pencahayaan selama 12 jam dan gelap selama 12 jam. Chondro binatang nocturnal, umumnya mereka kurang aktif dalam keadaan terang atau siang hari dan sangat aktif pada keadaan gelap atau malam hari.

*Tempat Minum

           Ukuran tempat minum tidak terlalu penting untuk chondro, tempat minum terlalu besar akan membuat kelembaban baik tetapi akan sulit membersihkannya.
        Menjaga air selalu bersih dan selalu tersedia jauh lebih penting dibandingkan dengan memikirkan ukuran tempat minum itu sendiri. Jangan menggunakan tempat minum yang tinggi karena hal itu membahayakan bagi chondro.
        Jangan menempatkan air minum di atas penghangat atau di bawah lampu hangat, karena air yang hangat akan mengakibatkan lumut mudah tumbuh, Selalu pastikan agar air yang disediakan dan yang disemprotkan merupakan air bersih dan air segar.

*Pemberian Makan

            Chondro mendapatkan nutrisi yang cukup dari tikus peternakkan maka dari itu chondro tidak membutuhkan tambahan suplemen. Biasakan untuk memberi makan dalam keadaan gelap agar reflek dari chondro itu tetap kuat. Chondro memiliki sensor panas maka hati hati dengan tangan, chondro akan menyerang tangan anda jika tangan anda lebih hangat dari makanan itu.
            Kesalahan besar jika memberi makanan yang terlampau besar kepada chondro , chondro tidak dapat mencernanya dengan baik dan dapat mengakibatkan ambeyen. Chondro adalah Phyton kecil yang ramping dan tidak memerlukan makanan yang besar, cukup seekor rat atau beberapa mice untuk chondro dewasa     
            Tidak seperti jenis colubrid atau burmese python, chondro tidak makan banyak berikan makan secukupnya dan teratur. Chondro yang gendut adalah chondro yang tidak sehat dan mereka tidak akan berkembang biak dengan baik. Baby chondro sebaiknya makan antara 5 – 7 hari, 1 tahun ke atas 7 – 10 hari, dan dewasa dengan ukuran yang sudah besar antara 12 – 14 hari.
            Usahakan agar makanan yang diberikan selalu dalam keadaan mati atau setidaknya dalam keadaan tidak sadar.

*Ganti Kulit dan Defekasi
           
Setiap chondro memiliki jadwal ganti kulit dan defekasi yang berbeda tergantung pada jenis kelamin, usia, dan keadaan chondro itu sendiri. Bayi chondro umumnya ganti kulit sekitar 6 – 8 minggu, semakin dewasa akan semakin lama. Jangan membiarkan kelembaban terlalu rendah dalam periode ganti kulit, periode ganti kulit umumnya sekitar 10 – 14 hari. Jangan memegang atau memainkan, memberi makan, dan memindahkan chondro dalam periode ganti kulit!, karena hal itu akan membuat stress chondro.

Beberapa jenis-jenis condro

Chondro berdasarkan lokalitas :

>ARU

Kelompok chondro ini mewakili varian warna alami yang ditemukan di pulau Aru Indonesia. Spesies ini berwarna kuning cerah dengan corak yang menarik. Saat dewasa akan berwarna hijau kebiruan dan terkadang disertai bintik-bintik berwarna putih.

Baby

Variasi Warna Fase Dewasa



>BIAK

Kelompok chondro ini mewakili varian warna alami yang ditemukan di pulau Biak ndonesia. Ditandai dengan warna tubuh hijau pudar dengan pigmentasi warna kuning.

Baby
 Baby


Variasi Warna Fase Dewasa


>KOFIAU

Ditemukan di Pulau Kofiau yang merupakan bagian dari Kepulauan Boo. Terletak di utara Pulau Misool di lepas pantai barat Papua. Menurut laporan, beberapa spesimen mempertahankan warna kuning sepanjang hidup mereka.

 Baby

Variasi Warna Fase Dewasa



>MERAUKE

Chondro jenis ini ditemukan pedalaman dari kota Merauke sepanjang pantai Barat Selatan Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya). Hampir sama dengan corak jenis Aru. Kebanyakan dari jenis ini memiliki tubuh hidup hijau cerah dengan garis bintik putih yang tersusun padat di sepanjang tulang belakang ular.
Baby

Variasi Warna Fase Dewasa



>PAPUA NUGINI

Spesies ini berasal dari Papua Nugini. Sisi lain pulau itu dikenal sebagai Irian Jaya (sekarang Papua Barat) Indonesia. Karena angka kematian sangat tinggi spesies ini dibiakkan dengan persilangan. Terciptalah beberapa bentuk warna yang sangat luar biasa dari Chondro Papua nugini ini.
Baby

Variasi Warna Fase Dewasa



>
SORONG DAN JAYAPURA

Chondro ini adalah beberapa bentuk alami banyak ditemukan di Irian Jaya. Banyak bentuk dan variasi warna ditandai dengan warna hijau kebiruan pada tubuh mereka dengan garis vertebral yang menonjol berwarna biru. Bercak putih dan kuning terkadang juga ikut memberi variasi. Beberapa memiliki ekor berwarna terang, lainnya memiliki ekor gelap.
A
 Fase Baby

 Fase Remaja

Fase Dewasa



B
Fase Baby

 Fase Remaja

Fase Dewasa



C

 Baby

Baby

Variasi Warna Fase Dewasa




Ini ada beberapa Chondro yang sudah di kembangbiakkan dengan cara kawin silang dan menjadi ular-ular yang menakjubkan: 

























Referensi: http://reptilicants.blogspot.com
                   http://reptilehouse.multiply.com
                   http://rhiesnua.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar